Perhelatan Kormi Lahat Bernuansa Politis Pilkada, K MAKI: Evaluasi PJ Bupati Lahat

Sumsel//Linksumsel-Festival Sumatera Selatan Bugar Tahun 2024 digelar di Lapangan Seganti Setungguan (Eks. MTQ) jum’at (1/3/24) pagi.

Acara ini dibuka oleh Pj Bupati Lahat Muhammad Farid.,S.STP.MSi dan turut hadir Mantan Gubernur Sumatera Selatan 2018-2023 H. Herman Deru,

Selain itu di hadiri pula Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani HD.,B.Bus.MIB Sekda Lahat Candra, SH,MM. Berserta tamu undangan.

Tuai kritikan Aktivis Sumatera Selatan tentang kegiatan festival senam bugar yang diadakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang diketuai oleh anak mantan Gubernur Sumatera Selatan tentang perjalanan yang pakai helipad.

Mantan Gubernur datang dengan menaiki Helikopter untuk kegiatan Kormi yang di Ketua anaknya itu.

Menanggapi perlehatan Kormi di kabupaten Lahat itu, Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K MAKI) menanggapinya melalui kordinatornya Bony Balitong, “seharusnya PJ Bupati Lahat lihat situasi kondisi perpolitikan yang masih hingar bingar dengan Pilkada serentak”, kata Bony Balitong.

“Mantan Gubernur Sumsel itu pastinya berniat mencalonkan dirinya untuk periode kedua sehingga acara ini harusnya tidak di hadiri PJ Bupati Lahat dan cukup Sekda saja yang hadir”, ujar Bony Balitong.

“Terkesaan ada dukungan dari PJ Bupati Lahat kepada mantan Gubernur Sumsel itu untuk mencalonkan diri kembali”, ulas Bony Balitong.

“Kemendagri sebaiknya memberikan teguran keras dan kalau perlu mencopot PJ Bupati Lahat karena terkesan ikut politik praktis”, tutur Bony Balitong.

“Pendanaan acara tersebut juga perlu di pertanyakan dari mana sumbernya karena adanya pasilitas negara disana berupa Pejabat negara dan perangkatnya”, kata Bony selanjutnya.

“Kormi belum masuk dalam Perda organisasi yang setara Koni sehingga penyelenggaraan acara harus melalui proposal di Kesbangol Provinsi atau kabupaten kota”, ulas Kordinator K MAKI itu.

Baca juga:  Pemeran Pria Vidio Syur Hello Kitty di Prabumulih Ditangkap

“Termasuk anggaran sewa helikopter di biaya oleh siapa krn sponsor dari BUMN dan BUMD tidak boleh mensponsori kebutuhan pribadi”, pungkaa Bony Balitong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *