Polsek Penukal Utara Tinjau Wilayah Banjir

PALI//Linksumsel-Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI telah dilanda banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu satu minggu ini sehingga sungai meluap dan merendam pemukiman warga yang memang berada dipinggiran sungai maupun danau.

Adapun Desa – desa yang terkena bencana banjir di wilayah Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI Antara lain:

-Desa Prabumenang, dengan ketinggian air lk 0,5 meter, rumah yg terendam air sebanyak 6 rumah.
-Desa Tempirai Selatan ( Lokasi Tranmigrasi ) air merendam jalan dan lahan pertanian, dengan ketinggian air lk 1 meter , 21 kk terdampak banjir.
-Desa Tempirai Induk, ketinggian air 0,5 meter
-Desa Tempirai Utara, ketinggian air 0,5 meter
– Desa Tempirai Timur, ketinggian air 0,5 meter.

Kapolsek Penukal Utara, IPTU Fredy Franse Triwahyudi, SH, bersama anggota, memimpin pengecekan lokasi banjir, Pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2024 sekira pukul 03.00 Wib.

IPTU Fredy Franse Triwahyudi memberikan himbauan kepada warga agar tetap tenang, mereka disarankan untuk menyelamatkan barang berharga, mematikan alat listrik, dan segera mencari tempat tinggal sementara di keluarga yang tidak terkena dampak banjir.

“Tingginya Curah Hujan dan Lokasi Rawan, Banjir ini tidak hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga karena rumah-rumah yang terdampak berada di bantaran sungai atau danau,” ucapnya

Tidak hanya itu , Kapolsek Penukal Utara juga memberikan himbauan agar masyarakat di lokasi rawan, seperti bantaran sungai dan danau, lebih waspada dan memperhatikan kenaikan debit air.

Lanjutnya, peringatan serius mengenai risiko banjir di daerah rawan, dengan tujuan meminimalisir korban jiwa.

Disiapkannya tim siaga bencana alam banjir oleh BPBD Kabupaten Pali menjadi langkah proaktif dalam menangani keadaan darurat ini.

Baca juga:  Pj Bupati Apriyadi Buka Bersama Tomas dan Warga Muba

“Pentingnya kerjasama ditonjolkan dalam kondisi darurat seperti ini. Pihak Dinsos Kabupaten Pali diharapkan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir, sementara koordinasi dan perhatian bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi keharuan yang ditimbulkan oleh bencana alam ini,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *